Metode NDT yang umum dipakai pada silo dan tangki adalah pemeriksaan visual, pengukuran ketebalan ultrasonik, uji penetran, uji partikel magnetik, uji ultrasonik cacat las, radiografi, dan vacuum box untuk las alas tangki. Tiap metode menjawab pertanyaan berbeda. Jasa riksa uji silo yang baik memilih metode berdasarkan jenis kerusakan yang dicari, bukan memakai semuanya.
Mengapa NDT diperlukan dalam riksa uji?
Permenaker No. 37 Tahun 2016 memasukkan pengujian tidak merusak ke dalam lingkup pemeriksaan pertama maupun berkala bejana tekanan dan tangki timbun. Alasannya sederhana: banyak kerusakan tidak terlihat mata. Dinding bisa menipis dari dalam, las bisa retak halus, dan pelat alas tangki bisa berlubang dari sisi bawah.
NDT memberi data tanpa memotong, melubangi, atau membebani unit sampai rusak. Unit dapat kembali beroperasi setelah pengujian selesai.
Perbandingan metode NDT
| Metode | Yang dicari | Bahan | Keterbatasan utama |
|---|---|---|---|
| Visual (VT) | Karat, deformasi, retak terbuka, cacat las tampak | Semua | Hanya permukaan yang terlihat |
| Ketebalan ultrasonik (UTM) | Sisa ketebalan pelat | Logam | Hanya titik yang diukur |
| Penetran (PT) | Retak dan pori yang terbuka ke permukaan | Logam tidak berpori | Permukaan harus bersih, tidak menemukan cacat di dalam |
| Partikel magnetik (MT) | Retak di permukaan dan sedikit di bawahnya | Baja feromagnetik | Tidak untuk baja tahan karat austenitik dan aluminium |
| Ultrasonik cacat las (UT) | Cacat di dalam las | Logam | Perlu teknisi terampil dan akses permukaan |
| Radiografi (RT) | Cacat di dalam las | Logam | Radiasi, perlu pengosongan area dan izin |
| Vacuum box | Kebocoran pada las | Las alas dan sudut tangki | Hanya untuk las yang dapat dijangkau kotak vakum |
| Uji palu pantul | Perkiraan kekerasan permukaan beton | Beton | Hasil berupa indikasi, bukan kuat tekan pasti |
Pemeriksaan visual: dasar dari semua metode
Pemeriksaan visual sering diremehkan, padahal sebagian besar temuan berasal dari sini. Pemeriksa memakai senter, cermin, kaca pembesar, alat ukur las, dan kamera. Pada bagian yang sulit dijangkau dipakai kamera bertiang atau drone.
Yang dicari antara lain karat, lubang, penyok, tonjolan, retak, las yang tidak penuh, baut hilang, dan rembesan material. Hasil visual menentukan di mana metode lain perlu diterapkan.
Pengukuran ketebalan ultrasonik
Metode ini menjadi tulang punggung pemeriksaan silo dan tangki. Probe ditempelkan pada pelat, gelombang ultrasonik memantul di sisi seberang, dan alat menampilkan ketebalan. Data dikumpulkan dalam pola titik per ring pelat lalu disajikan sebagai peta ketebalan.
Cara menentukan titik ukur, menghitung laju korosi, dan membaca hasilnya dibahas khusus dalam artikel korosi silo dan pengukuran ketebalan.
Metode permukaan: uji penetran dan partikel magnetik
Kedua metode ini mencari retak di permukaan las dan pelat. Pilihannya bergantung pada jenis bahan.
Uji penetran
Uji penetran menemukan retak halus yang terbuka ke permukaan. Urutan kerjanya:
- permukaan dibersihkan dari cat, karat, dan minyak;
- cairan penetran berwarna disemprotkan dan dibiarkan meresap;
- sisa penetran di permukaan dibersihkan;
- developer berwarna putih disemprotkan;
- penetran yang terperangkap di dalam retak tertarik keluar dan membentuk garis berwarna.
Metode ini cocok untuk baja tahan karat dan aluminium yang tidak dapat diuji dengan partikel magnetik. Pada silo, uji penetran dipakai di las sambungan hopper, las dudukan, dan las bekas perbaikan. Pada silo pangan, bahan uji harus dibersihkan tuntas setelah pengujian.
Uji partikel magnetik
Baja karbon dapat dimagnetkan. Bila ada retak, medan magnet bocor di lokasi itu dan menarik serbuk besi halus yang ditaburkan, sehingga retak terlihat sebagai garis. Metode ini lebih cepat dari penetran untuk area luas dan dapat menemukan cacat sedikit di bawah permukaan.
Lokasi yang sering diuji: las kaki penyangga, las cincin pengaku, las peralihan silinder ke hopper, dan las nosel pada bejana tekanan.
Uji ultrasonik cacat las dan radiografi
Kedua metode ini menilai bagian dalam las.
Uji ultrasonik cacat las memakai probe sudut yang mengirim gelombang ke dalam las. Pantulan dari cacat seperti kurang fusi, retak, dan terak terperangkap ditampilkan pada layar. Tidak ada bahaya radiasi, tetapi hasilnya sangat bergantung pada keterampilan teknisi.
Radiografi memakai sinar-X atau sinar gamma untuk menghasilkan gambar las. Hasilnya berupa rekaman permanen. Kekurangannya adalah bahaya radiasi: area harus dikosongkan, dan pekerjaan hanya boleh dilakukan pihak yang memiliki izin pemanfaatan sumber radiasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada silo yang sudah beroperasi, kedua metode ini dipakai secara terpilih, misalnya untuk menilai las yang mutunya diragukan atau memeriksa hasil perbaikan besar. Pada bejana tekanan baru, cakupan pengujian las mengikuti standar pembuatan yang dipakai.
Metode khusus tangki timbun dan silo beton
Tangki timbun
Vacuum box. Kotak berkaca ditempelkan di atas las yang telah diberi larutan sabun, lalu udara di dalam kotak dihisap. Gelembung menunjukkan kebocoran. Dipakai pada las alas dan las sudut tangki.
Pemindaian alas tangki. Alas tangki dapat terkorosi dari sisi tanah yang tidak terlihat. Pemindaian dengan metode kebocoran fluks magnetik membantu menemukan area menipis untuk kemudian dipastikan dengan pengukuran ultrasonik.
Uji kebocoran dengan air. Permenaker 37/2016 menyebut pengetesan kebocoran tangki timbun pada tahap pembuatan dengan pengisian air penuh yang didiamkan 2 x 24 jam.
Layanan untuk tangki cairan tersedia di halaman riksa uji bejana tekan dan tangki timbun.
Silo beton
Silo beton memerlukan pendekatan berbeda:
- pemetaan retak dengan pengukuran lebar retak;
- uji palu pantul untuk indikasi keseragaman mutu permukaan;
- pengukuran kecepatan rambat gelombang ultrasonik pada beton;
- pengukuran tebal selimut dan lokasi tulangan dengan alat pendeteksi tulangan;
- pengamatan tanda korosi tulangan seperti noda karat dan beton terkelupas.
Bagaimana memilih metode yang tepat?
Mulailah dari pertanyaan, bukan dari alat:
- Apakah dinding menipis? Pengukuran ketebalan ultrasonik.
- Apakah ada retak di las? Partikel magnetik untuk baja karbon, penetran untuk baja tahan karat dan aluminium.
- Apakah mutu las bagian dalam baik? Ultrasonik cacat las atau radiografi.
- Apakah alas tangki bocor? Vacuum box dan pemindaian alas.
- Apakah beton masih baik? Pemetaan retak dan uji palu pantul.
Hal yang perlu Anda minta dari vendor: prosedur pengujian tertulis, bukti kalibrasi alat, kualifikasi teknisi, dan laporan yang mencantumkan lokasi tiap indikasi. Panduan lain tentang menilai vendor ada di artikel cara memilih vendor riksa uji silo.
NDT juga dipakai di luar silo dan tangki. Uji penetran atau partikel magnetik pada kait dan las crane yang dicurigai, misalnya, termasuk lingkup layanan riksa uji pesawat angkat dan angkut.
Referensi
- Permenaker No. 37 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bejana Tekanan dan Tangki Timbun
- ASME Boiler and Pressure Vessel Code Section V, Nondestructive Examination
- API 653 Tank Inspection, Repair, Alteration, and Reconstruction
- ISO 9712 Non-destructive testing, Qualification and certification of NDT personnel


