Lewati ke konten

Riksa uji K3 dan pengurusan SILO (Surat Izin Layak Operasi) serta SIA alat

Konsultasi awal gratis

Gantry & Peti Kemas

Riksa Uji Gantry Crane untuk SILO dan SIA

Crane portal dengan girder di atas dua kaki yang berjalan pada rel atau roda di permukaan tanah.

Kait dan rantai baja alat bantu angkat dari jarak dekat

Mengenal Gantry Crane

Gantry crane mirip overhead crane, tetapi girdernya ditopang kaki-kaki yang berjalan di rel pada permukaan tanah, bukan pada runway di struktur gedung. Bentuk portal ini membuatnya dapat dipasang di area terbuka tanpa bangunan penopang.

Girder bisa tunggal atau ganda dan sering diberi kantilever di luar kaki untuk menjangkau truk atau gerbong. Karena bekerja di luar ruangan, gantry crane dilengkapi pengaman terhadap angin seperti rail clamp dan anemometer.

Penggunaan umum

  • Lapangan penumpukan baja, pipa, dan beton pracetak
  • Galangan kapal dan bengkel fabrikasi terbuka
  • Bongkar muat gerbong dan truk
  • Pengangkatan pintu air dan peralatan di bendungan atau pembangkit

Lingkup riksa uji Gantry Crane

Hasil pemeriksaan dan pengujian inilah yang menjadi dasar penerbitan dokumen kelaikan alat, yang di lapangan sering disebut SILO (Surat Izin Layak Operasi) atau SIA (Surat Izin Alat).

  • Girder, kaki, dan sambungan dari retak, deformasi, dan korosi
  • Rel, fondasi rel, dan end stop
  • Roda, bogie, dan penggerak jalan termasuk keserempakan kedua kaki
  • Troli, hoist, rem, wire rope, dan hook
  • Rail clamp, storm anchor, dan anemometer
  • Limit switch, alarm jalan, dan emergency stop
  • Instalasi listrik, cable reel, dan pembumian
  • Pengujian beban di tengah bentang dan di kantilever

Dokumen yang perlu disiapkan

  • Gambar konstruksi dan data teknis crane
  • Data fondasi dan rel lintasan
  • Sertifikat wire rope dan hook
  • Catatan pemeliharaan dan laporan riksa uji sebelumnya

Dasar regulasi

Operator wajib memiliki Lisensi K3 (sering disebut SIO) sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas operator crane umumnya mengikuti kapasitas angkat: Kelas III sampai 25 ton, Kelas II di atas 25 sampai 100 ton, dan Kelas I di atas 100 ton. Kelas mengikuti kapasitas gantry crane yang dioperasikan.

Bagian Gantry Crane yang diperiksa

  • Girder utama — Balok bentang yang memikul troli dan beban.
  • Kaki (rigid leg dan flexible leg) — Penopang girder; satu sisi kaku dan sisi lain lentur untuk menyerap perubahan bentang.
  • Sill beam dan bogie — Balok bawah dan rangkaian roda yang berjalan di rel.
  • Rel lintasan — Jalur gerak memanjang crane di atas fondasi.
  • Troli dan hoist — Unit pengangkat yang bergerak melintang di atas girder.
  • Kantilever — Perpanjangan girder di luar kaki untuk menjangkau area samping.
  • Cable reel — Menggulung kabel daya mengikuti gerak crane.
  • Rail clamp dan storm anchor — Mengunci crane ke rel saat tidak bekerja atau angin kencang.
  • Anemometer dan alarm — Mengukur kecepatan angin dan memberi peringatan.

Bahaya utama pada Gantry Crane

  • Pekerja atau kendaraan tertabrak kaki crane yang berjalan
  • Crane terdorong angin di sepanjang rel
  • Kaki berjalan tidak serempak (skew) sehingga crane macet atau keluar rel
  • Beban jatuh di area penumpukan
  • Kabel daya terlindas atau putus

Pertanyaan seputar Gantry Crane

Apa saja yang diperiksa dalam riksa uji Gantry Crane?

Girder, kaki, dan sambungan dari retak, deformasi, dan korosi; Rel, fondasi rel, dan end stop; Roda, bogie, dan penggerak jalan termasuk keserempakan kedua kaki; Troli, hoist, rem, wire rope, dan hook; Rail clamp, storm anchor, dan anemometer; Limit switch, alarm jalan, dan emergency stop; Instalasi listrik, cable reel, dan pembumian; Pengujian beban di tengah bentang dan di kantilever.

Dokumen apa yang perlu disiapkan untuk riksa uji Gantry Crane?

Gambar konstruksi dan data teknis crane; Data fondasi dan rel lintasan; Sertifikat wire rope dan hook; Catatan pemeliharaan dan laporan riksa uji sebelumnya.

Apa dasar regulasi K3 untuk Gantry Crane?

Operator wajib memiliki Lisensi K3 (sering disebut SIO) sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas operator crane umumnya mengikuti kapasitas angkat: Kelas III sampai 25 ton, Kelas II di atas 25 sampai 100 ton, dan Kelas I di atas 100 ton. Kelas mengikuti kapasitas gantry crane yang dioperasikan.

Jadwalkan riksa uji sebelum masa berlakunya habis

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Jasa Riksa Uji SILO akan membalas dengan rincian lingkup pekerjaan, jadwal, dan penawaran resmi.