Jenis-jenis silo dapat dikelompokkan menurut bahan konstruksi, bentuk dasar, pola aliran material, dan cara pengisiannya. Tiap jenis punya titik rawan sendiri, sehingga lingkup jasa riksa uji silo tidak bisa disamakan untuk semua unit. Mengenali jenis silo di pabrik Anda adalah langkah awal untuk menentukan apa yang perlu diperiksa.

Jenis silo menurut bahan konstruksi

Jenis Ciri Pemakaian umum Titik rawan
Baja karbon las Pelat digulung dan dilas, kedap Semen, fly ash, kapur, batubara Korosi, las sambungan hopper, penipisan akibat abrasi
Baja panel baut Panel datar atau bergelombang dibaut Biji-bijian, pakan, pelet Baut longgar, paking bocor, korosi di sambungan
Baja tahan karat Tahan korosi, permukaan halus Makanan, farmasi, kimia Retak di las, korosi di bawah endapan
Aluminium Ringan, tahan korosi Pelet plastik, tepung, gula Retak lelah di las, penyok
Beton bertulang Kapasitas besar, tahan lama Semen, klinker, biji-bijian skala besar Retak, korosi tulangan, pengelupasan
Kain atau fleksibel Rangka baja dengan kantong kain Volume kecil dalam ruangan Robek, sambungan rangka

Silo baja las

Jenis ini paling banyak dijumpai di batching plant dan pabrik bahan bangunan. Pelat digulung menjadi ring, lalu ring ditumpuk dan dilas. Ketebalan pelat biasanya bertambah ke arah bawah karena beban makin besar. Pemeriksaan berfokus pada ketebalan tiap ring, mutu las, dan sambungan antara silinder dan hopper.

Silo panel baut

Silo ini dikirim dalam bentuk panel dan dirakit di lokasi. Silo biji-bijian berdinding bergelombang dengan tiang pengaku tegak termasuk kelompok ini. Kekuatan dan kekedapannya bergantung pada baut dan paking, sehingga pemeriksaan mencakup kekencangan baut, kondisi lubang baut, dan tanda rembesan.

Silo beton

Silo beton dipakai untuk kapasitas besar dan sering dibangun berkelompok. Metode pemeriksaannya berbeda dari baja: pemetaan retak, uji palu pantul, pengukuran selimut beton, dan penilaian tanda korosi tulangan seperti noda karat dan beton terkelupas.

Jenis silo menurut bentuk dasar

Silo hopper. Dasarnya berbentuk kerucut atau piramida sehingga material keluar dengan gravitasi. Silo ditopang kaki atau cincin di atas fondasi. Sambungan hopper dengan silinder menerima gaya besar dan merupakan lokasi yang selalu diperiksa.

Silo dasar rata. Silinder duduk langsung di atas fondasi beton. Material dikeluarkan dengan sweep auger, sistem aerasi, atau saluran di lantai. Umum pada silo biji-bijian berdiameter besar. Titik rawannya sambungan dinding dengan lantai dan kondisi fondasi.

Silo dengan dasar aerasi. Lantai atau kerucutnya dilengkapi bantalan udara agar serbuk halus seperti semen mengalir. Sistem aerasi perlu diperiksa karena udara lembap dari kompresor mempercepat korosi dan penggumpalan.

Jenis silo menurut pola aliran

Pola aliran menentukan beban pada dinding, dan sering menjadi akar masalah struktur.

  • Mass flow. Seluruh material bergerak turun bersamaan. Material yang masuk pertama keluar pertama. Hopper harus curam dan halus. Tekanan pada peralihan silinder ke hopper tinggi.
  • Funnel flow. Material mengalir melalui saluran di tengah, sedangkan material di tepi diam. Risiko rathole dan material lama mengendap lebih besar.
  • Aliran eksentrik. Material keluar dari lubang yang tidak di tengah atau dari sisi dinding. Tekanan di sekeliling dinding menjadi tidak merata dan dapat menimbulkan tekuk.

Mengubah titik pengeluaran atau menambah lubang di sisi hopper mengubah pola aliran. Modifikasi seperti ini termasuk penyebab kegagalan yang dibahas dalam artikel penyebab kegagalan struktur silo.

Jenis silo menurut cara pengisian dan tekanan

Cara pengisian Keterangan Hal yang diperiksa
Mekanis Bucket elevator, belt atau screw conveyor Platform, penutup, pembumian
Pneumatik dari truk curah Material ditiup dengan udara tekan Filter atap, katup pelepas tekanan, alarm level tinggi
Pneumatik dari bejana pengirim Sistem tertutup dalam pabrik Bejana pengirim sebagai bejana tekanan, pipa, katup

Pengisian pneumatik membuat tekanan di dalam silo naik. Silo penyimpan umumnya tidak dirancang menahan tekanan tinggi, sehingga bergantung pada filter dan katup pelepas tekanan. Lihat artikel pemeriksaan safety device silo.

Bejana pengirim dan tangki truk curah yang bekerja dengan tekanan di atas batas peraturan masuk kategori bejana tekanan dan ditangani lewat layanan riksa uji bejana tekanan.

Jenis silo menurut material yang disimpan

Material menentukan bahaya dominan:

  • Semen, fly ash, kapur. Abrasif dan menggumpal bila lembap. Bahaya utama tekanan berlebih saat pengisian dan penipisan dinding.
  • Biji-bijian dan pakan. Debu mudah terbakar, material dapat membusuk dan menghasilkan gas, serta ada risiko tertimbun.
  • Tepung, gula, pati. Debu sangat halus dengan risiko ledakan debu.
  • Batubara halus dan biomassa. Mudah terbakar dan dapat memanas sendiri.
  • Pelet plastik dan resin. Relatif ringan, tetapi menimbulkan muatan listrik statis.
  • Bahan kimia serbuk. Bahaya mengikuti sifat bahan: korosif, beracun, atau reaktif.

Bahaya-bahaya ini diuraikan dalam artikel bahaya silo: ledakan debu, tertimbun, dan runtuh struktur.

Komponen silo yang perlu dikenali

Agar komunikasi dengan pemeriksa lancar, kenali nama bagian silo:

  1. Atap beserta nosel pengisian, lubang orang, filter, dan katup pelepas tekanan.
  2. Silinder atau badan, tersusun dari beberapa ring pelat.
  3. Cincin pengaku yang menjaga bentuk dinding.
  4. Peralihan, yaitu sambungan silinder dengan hopper.
  5. Hopper dan lubang keluaran.
  6. Skirt atau kaki penyangga dengan bracing.
  7. Pelat dasar dan baut angkur.
  8. Fondasi.
  9. Perlengkapan: indikator level, aerasi, vibrator, katup pengeluaran, tangga, dan platform.

Apa artinya bagi lingkup riksa uji?

Jenis silo menentukan penekanan pemeriksaan. Silo las untuk semen menuntut pengukuran ketebalan yang rapat di hopper. Silo baut untuk jagung menuntut pemeriksaan sambungan dan tiang pengaku. Silo beton menuntut pemetaan retak. Sampaikan jenis konstruksi, material, dan cara pengisian saat meminta penawaran riksa uji silo agar lingkupnya tepat sejak awal.

Referensi

  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • Permenaker No. 37 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bejana Tekanan dan Tangki Timbun
  • EN 1991-4 Eurocode 1: Actions on structures, Silos and tanks
  • ACI 313 Design Specification for Concrete Silos and Stacking Tubes for Storing Granular Materials