Lewati ke konten

Riksa uji K3 dan pengurusan SILO (Surat Izin Layak Operasi) serta SIA alat

Konsultasi awal gratis

Bejana Tekan & Uap

Riksa Uji Pesawat Uap untuk SILO dan SIA

Ketel uap beserta alat yang terhubung dengannya, seperti superheater, economizer, dan bejana uap, di pabrik dan pembangkit.

Gantry crane dengan kait dan beban tergantung di area terbuka

Mengenal Pesawat Uap

Pesawat uap adalah istilah hukum yang lebih luas dari ketel uap. Ia mencakup ketel uap itu sendiri dan setiap alat lain yang dihubungkan dengannya untuk bekerja pada tekanan di atas tekanan udara luar: pemanas lanjut (superheater), pemanas air pengisi (economizer), penguap, bejana uap seperti sterilizer dan digester, serta pipa uap utama. Satu instalasi uap di pabrik sawit atau pabrik gula bisa terdiri atas belasan unit yang masing-masing tergolong pesawat uap.

Memandang instalasi sebagai satu sistem penting karena gangguan di satu unit merambat ke unit lain. Air pengisi yang kotor merusak ketel, uap basah merusak turbin, dan bejana uap yang tutupnya dibuka sebelum tekanan habis mencederai operator. Riksa uji pesawat uap karenanya menelusuri seluruh rangkaian, bukan ketelnya saja.

Penggunaan umum

  • Pabrik kelapa sawit: ketel, sterilizer, dan turbin uap
  • Pabrik gula, kertas, tekstil, dan makanan
  • Pembangkit listrik tenaga uap
  • Rumah sakit dan binatu industri yang memakai autoklaf uap

Lingkup riksa uji Pesawat Uap

Hasil pemeriksaan dan pengujian inilah yang menjadi dasar penerbitan dokumen kelaikan alat, yang di lapangan sering disebut SILO (Surat Izin Layak Operasi) atau SIA (Surat Izin Alat).

  • Pemeriksaan dokumen izin pemakaian dan data teknis tiap unit
  • Pemeriksaan visual bagian luar dan dalam: drum, pipa api atau pipa air, dan ruang bakar
  • Pengukuran ketebalan pelat dan pipa pada titik rawan
  • Uji hidrostatik pada tekanan uji yang ditetapkan
  • Uji uap (steam test) untuk menyetel dan membuktikan kerja katup pengaman
  • Pemeriksaan gelas penduga, manometer, dan pengaman level air
  • Pemeriksaan pipa uap, penyangga, isolasi, dan perangkap uap
  • Pemeriksaan bejana uap: tutup, pengunci, dan katup buang

Dokumen yang perlu disiapkan

  • Akte izin atau pengesahan pemakaian pesawat uap
  • Gambar konstruksi dan data pabrikan
  • Buku operasi harian dan catatan uji air ketel
  • Laporan riksa uji sebelumnya
  • Lisensi K3 operator pesawat uap

Dasar regulasi

Dasar hukumnya Undang-Undang Uap Tahun 1930 (Stoom Ordonnantie) dan Peraturan Uap Tahun 1930, yang mewajibkan pesawat uap memiliki izin pemakaian (akte izin). Operatornya diatur Permenaker No. PER.01/MEN/1988 tentang Kwalifikasi dan Syarat-syarat Operator Pesawat Uap, dengan operator Kelas I dan Kelas II menurut kapasitas ketel. Jangka waktu pemeriksaan berkala dirujuk pada naskah peraturan.

Bagian Pesawat Uap yang diperiksa

  • Ketel uap — Mengubah air menjadi uap bertekanan dengan panas pembakaran.
  • Pemanas lanjut (superheater) — Menaikkan suhu uap jenuh menjadi uap kering.
  • Economizer — Memanaskan air pengisi dengan panas gas buang.
  • Bejana uap — Wadah yang menerima uap untuk proses, misalnya sterilizer dan digester.
  • Pipa uap utama dan header — Menyalurkan dan membagi uap ke pemakai.
  • Katup pengaman — Membuang uap bila tekanan melampaui batas pada tiap unit.
  • Katup penurun tekanan — Menurunkan tekanan uap sesuai kebutuhan alat pemakai.
  • Perangkap uap (steam trap) — Mengeluarkan kondensat tanpa membuang uap.
  • Pompa air pengisi — Memasukkan air ke ketel melawan tekanan kerja.
  • Deaerator — Menghilangkan oksigen terlarut dari air pengisi.

Bahaya utama pada Pesawat Uap

  • Ledakan ketel karena kekurangan air atau tekanan lebih
  • Luka bakar oleh uap dan permukaan panas
  • Pukulan air (water hammer) yang memecahkan pipa atau katup
  • Tutup bejana uap terlempar karena dibuka saat masih bertekanan
  • Ledakan ruang bakar akibat penumpukan bahan bakar

Pertanyaan seputar Pesawat Uap

Apa saja yang diperiksa dalam riksa uji Pesawat Uap?

Pemeriksaan dokumen izin pemakaian dan data teknis tiap unit; Pemeriksaan visual bagian luar dan dalam: drum, pipa api atau pipa air, dan ruang bakar; Pengukuran ketebalan pelat dan pipa pada titik rawan; Uji hidrostatik pada tekanan uji yang ditetapkan; Uji uap (steam test) untuk menyetel dan membuktikan kerja katup pengaman; Pemeriksaan gelas penduga, manometer, dan pengaman level air; Pemeriksaan pipa uap, penyangga, isolasi, dan perangkap uap; Pemeriksaan bejana uap: tutup, pengunci, dan katup buang.

Dokumen apa yang perlu disiapkan untuk riksa uji Pesawat Uap?

Akte izin atau pengesahan pemakaian pesawat uap; Gambar konstruksi dan data pabrikan; Buku operasi harian dan catatan uji air ketel; Laporan riksa uji sebelumnya; Lisensi K3 operator pesawat uap.

Apa dasar regulasi K3 untuk Pesawat Uap?

Dasar hukumnya Undang-Undang Uap Tahun 1930 (Stoom Ordonnantie) dan Peraturan Uap Tahun 1930, yang mewajibkan pesawat uap memiliki izin pemakaian (akte izin). Operatornya diatur Permenaker No. PER.01/MEN/1988 tentang Kwalifikasi dan Syarat-syarat Operator Pesawat Uap, dengan operator Kelas I dan Kelas II menurut kapasitas ketel. Jangka waktu pemeriksaan berkala dirujuk pada naskah peraturan.

Riksa Uji SILO/SIA lain di kelompok Bejana Tekan & Uap

Jadwalkan riksa uji sebelum masa berlakunya habis

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Jasa Riksa Uji SILO akan membalas dengan rincian lingkup pekerjaan, jadwal, dan penawaran resmi.