Lewati ke konten

Riksa uji K3 dan pengurusan SILO (Surat Izin Layak Operasi) serta SIA alat

Konsultasi awal gratis

Bejana Tekan & Uap

Riksa Uji Vessel untuk SILO dan SIA

Bejana proses bertekanan seperti reaktor, kolom, penukar panas, dan akumulator di pabrik kimia dan pengolahan.

Tower crane di samping gedung bertingkat yang sedang dibangun

Mengenal Vessel

Di pabrik, vessel berarti pressure vessel: bejana tertutup yang dirancang menahan tekanan dalam atau tekanan luar (vakum) pada suhu tertentu. Bentuknya beragam menurut tugasnya: reaktor berpengaduk, kolom distilasi, penukar panas tabung, akumulator, filter bertekanan, dan autoklaf. Kata vessel juga dipakai untuk kapal; halaman ini membahas bejana tekanan, sedangkan kapal berada di bawah otoritas pelayaran.

Bejana proses bekerja dengan isi yang sering korosif, beracun, atau mudah menyala, pada suhu yang berubah-ubah. Kerusakannya tidak hanya penipisan merata, tetapi juga retak akibat tegangan, kelelahan karena siklus tekanan, dan korosi di bawah isolasi yang tidak terlihat. Riksa uji vessel karena itu disusun berdasarkan riwayat pemakaian dan jenis isinya, bukan daftar periksa yang sama untuk semua.

Penggunaan umum

  • Reaktor dan kolom di pabrik kimia dan petrokimia
  • Penukar panas dan kondensor
  • Autoklaf dan bejana proses di industri makanan serta farmasi
  • Akumulator, filter, dan pengering bertekanan

Lingkup riksa uji Vessel

Hasil pemeriksaan dan pengujian inilah yang menjadi dasar penerbitan dokumen kelaikan alat, yang di lapangan sering disebut SILO (Surat Izin Layak Operasi) atau SIA (Surat Izin Alat).

  • Verifikasi pelat nama dan data rancang terhadap kondisi operasi aktual
  • Pemeriksaan visual luar termasuk membuka sebagian isolasi di titik rawan
  • Pemeriksaan dalam: korosi, retak, kondisi lining, dan internals
  • Pengukuran ketebalan shell, head, dan nozzle
  • Uji tak rusak pada lasan dan daerah tegangan tinggi
  • Uji hidrostatik atau uji tekan lain yang ditetapkan
  • Pengujian katup pengaman dan pemeriksaan rupture disc
  • Pemeriksaan penopang, baut angkur, dan pembumian

Dokumen yang perlu disiapkan

  • Gambar konstruksi, perhitungan, dan data pabrikan
  • Sertifikat bahan dan catatan pengelasan
  • Riwayat operasi, perbaikan, dan pengukuran ketebalan
  • Laporan riksa uji atau pengesahan sebelumnya
  • Sertifikat pengujian katup pengaman

Dasar regulasi

Bejana proses bertekanan diatur Permenaker No. 37 Tahun 2016 tentang K3 Bejana Tekanan dan Tangki Timbun, dengan riksa uji oleh Ahli K3 bidang pesawat uap dan bejana tekanan. Bejana pada kegiatan usaha migas mengikuti ketentuan Ditjen Migas. Bila yang dimaksud vessel adalah kapal, keselamatannya menjadi kewenangan otoritas pelayaran dan badan klasifikasi.

Bagian Vessel yang diperiksa

  • Shell — Dinding silinder utama yang menahan tekanan.
  • Head (elipsoidal, torispherical, atau hemispherical) — Penutup ujung yang bentuknya dipilih menurut tekanan rancang.
  • Nozzle dan pelat penguat — Sambungan pipa dan instrumen beserta penguat di sekitar lubangnya.
  • Flensa dan paking — Sambungan yang bisa dibuka dan harus tetap rapat pada tekanan kerja.
  • Internals (tray, baffle, bundel tabung) — Bagian dalam yang menjalankan fungsi proses.
  • Jaket atau koil — Ruang pemanas atau pendingin di sekeliling bejana.
  • Pengaduk dan seal poros — Mengaduk isi reaktor dan menahan kebocoran pada poros.
  • Katup pengaman dan rupture disc — Melindungi bejana dari tekanan lebih.
  • Skirt, saddle, atau lug — Penopang yang meneruskan beban ke pondasi.
  • Isolasi dan pelapis (lining) — Menjaga suhu dan melindungi dinding dari isi yang korosif.

Bahaya utama pada Vessel

  • Ledakan atau pecah akibat tekanan lebih dan reaksi tak terkendali
  • Pelepasan bahan beracun, korosif, atau mudah menyala
  • Retak getas atau kelelahan bahan
  • Korosi di bawah isolasi yang tidak terdeteksi
  • Bahaya ruang terbatas saat masuk bejana

Pertanyaan seputar Vessel

Apa saja yang diperiksa dalam riksa uji Vessel?

Verifikasi pelat nama dan data rancang terhadap kondisi operasi aktual; Pemeriksaan visual luar termasuk membuka sebagian isolasi di titik rawan; Pemeriksaan dalam: korosi, retak, kondisi lining, dan internals; Pengukuran ketebalan shell, head, dan nozzle; Uji tak rusak pada lasan dan daerah tegangan tinggi; Uji hidrostatik atau uji tekan lain yang ditetapkan; Pengujian katup pengaman dan pemeriksaan rupture disc; Pemeriksaan penopang, baut angkur, dan pembumian.

Dokumen apa yang perlu disiapkan untuk riksa uji Vessel?

Gambar konstruksi, perhitungan, dan data pabrikan; Sertifikat bahan dan catatan pengelasan; Riwayat operasi, perbaikan, dan pengukuran ketebalan; Laporan riksa uji atau pengesahan sebelumnya; Sertifikat pengujian katup pengaman.

Apa dasar regulasi K3 untuk Vessel?

Bejana proses bertekanan diatur Permenaker No. 37 Tahun 2016 tentang K3 Bejana Tekanan dan Tangki Timbun, dengan riksa uji oleh Ahli K3 bidang pesawat uap dan bejana tekanan. Bejana pada kegiatan usaha migas mengikuti ketentuan Ditjen Migas. Bila yang dimaksud vessel adalah kapal, keselamatannya menjadi kewenangan otoritas pelayaran dan badan klasifikasi.

Riksa Uji SILO/SIA lain di kelompok Bejana Tekan & Uap

Jadwalkan riksa uji sebelum masa berlakunya habis

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Jasa Riksa Uji SILO akan membalas dengan rincian lingkup pekerjaan, jadwal, dan penawaran resmi.