Lewati ke konten

Riksa uji K3 dan pengurusan SILO (Surat Izin Layak Operasi) serta SIA alat

Konsultasi awal gratis

Crane Kapal & Terapung

Riksa Uji Dredging Crane untuk SILO dan SIA

Crane dengan grab atau dragline di atas ponton untuk mengeruk lumpur dan sedimen di alur pelayaran, kolam pelabuhan, dan sungai.

Lengan dan kabin tower crane kuning dilihat dari bawah

Mengenal Dredging Crane

Dredging crane adalah crane yang dipakai untuk mengeruk: mengangkat material dasar perairan lalu memuatnya ke tongkang lumpur (hopper barge) atau menimbunnya di darat. Bentuk yang paling umum adalah grab dredger, yaitu crane tali kawat di atas ponton yang menjatuhkan grab clamshell ke dasar, menutupnya, lalu mengangkat material. Di perairan dangkal ponton ditahan dengan spud; di tempat lain dengan jangkar. Beberapa pekerjaan memakai dragline atau crane yang bekerja dari tepi darat.

Pekerjaan keruk memberi beban yang khas pada crane. Siklusnya cepat dan berulang, grab bekerja di bawah air tanpa terlihat, dan gaya saat mencabut grab dari lumpur liat dapat jauh melebihi berat isi grab karena efek hisap. Karena itu crane untuk keruk umumnya dirancang atau diturunkan kapasitasnya untuk duty cycle, bukan untuk angkat biasa. Tali kawat, sheave, dan grab terus terkena air, pasir, dan lumpur, sehingga keausan dan korosinya jauh lebih cepat dibanding crane angkat.

Penggunaan umum

  • Pemeliharaan kedalaman kolam pelabuhan dan alur pelayaran
  • Pengerukan di depan dermaga dan sudut sempit yang tidak terjangkau kapal keruk besar
  • Normalisasi sungai, waduk, dan kanal
  • Penggalian parit bawah air untuk pipa dan kabel

Lingkup riksa uji Dredging Crane

Hasil pemeriksaan dan pengujian inilah yang menjadi dasar penerbitan dokumen kelaikan alat, yang di lapangan sering disebut SILO (Surat Izin Layak Operasi) atau SIA (Surat Izin Alat).

  • Tali kawat holding dan closing: keausan, kawat putus, dan korosi yang dipercepat pasir serta air
  • Grab: bibir, engsel, pin, dan sheave block
  • Sheave, fairlead, dan drum: alur aus dan bantalan
  • Rem dan kopling winch yang bekerja pada siklus tinggi
  • Struktur boom dan sambungan: retak lelah akibat beban berulang
  • Ponton: kekedapan kompartemen, penipisan pelat, spud, dan rumah spud
  • Alat pengaman crane dan indikator kemiringan ponton
  • Uji fungsi dan uji beban sesuai kapasitas untuk operasi grab

Dokumen yang perlu disiapkan

  • Manual dan load chart yang memuat kapasitas untuk operasi grab atau duty cycle
  • Sertifikat tali kawat dan data grab (berat kosong dan volume)
  • Dokumen ponton dan perhitungan stabilitasnya
  • Catatan penggantian tali kawat dan pemeliharaan
  • Lisensi K3 operator

Dasar regulasi

Crane yang dipakai untuk mengeruk tetap merupakan pesawat angkat, dan operatornya wajib memiliki Lisensi K3 sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas umumnya mengikuti kapasitas angkat crane; penggolongan dan kelasnya dikonfirmasi pada naskah Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan penyelenggara.

Bagian Dredging Crane yang diperiksa

  • Ponton keruk — Wahana apung tempat crane berdiri dan bekerja.
  • Crane tali kawat dengan boom — Unit pengangkat yang dirancang untuk siklus kerja grab berulang.
  • Grab clamshell — Bucket dua rahang yang menggigit material dasar; jenis dan beratnya dipilih menurut jenis tanah.
  • Holding rope dan closing rope — Tali penahan dan tali penutup yang bersama-sama mengangkat serta membuka-tutup grab.
  • Tagline — Tali penahan agar grab tidak berputar dan tidak berayun berlebihan.
  • Spud dan spud winch — Tiang pengunci posisi ponton ke dasar perairan dan alat untuk menaik-turunkannya.
  • Winch jangkar dan tali samping — Menggeser ponton sedikit demi sedikit mengikuti jalur keruk.
  • Alat ukur kedalaman dan posisi — Sounding, penanda tali, atau sistem posisi untuk mengendalikan kedalaman keruk.
  • Fairlead dan sheave boom — Pengarah tali kawat yang paling cepat aus oleh pasir dan lumpur.

Bahaya utama pada Dredging Crane

  • Kelebihan beban saat mencabut grab dari lumpur liat atau grab tersangkut benda di dasar
  • Ponton miring atau terbalik bila grab tersangkut saat boom mengarah ke sisi
  • Tali kawat putus akibat aus dan korosi yang cepat
  • Grab mengenai pipa, kabel, atau struktur bawah air
  • Pekerja jatuh ke air atau terpukul grab yang berayun
  • Tongkang lumpur miring karena pengisian tidak merata

Pertanyaan seputar Dredging Crane

Apa saja yang diperiksa dalam riksa uji Dredging Crane?

Tali kawat holding dan closing: keausan, kawat putus, dan korosi yang dipercepat pasir serta air; Grab: bibir, engsel, pin, dan sheave block; Sheave, fairlead, dan drum: alur aus dan bantalan; Rem dan kopling winch yang bekerja pada siklus tinggi; Struktur boom dan sambungan: retak lelah akibat beban berulang; Ponton: kekedapan kompartemen, penipisan pelat, spud, dan rumah spud; Alat pengaman crane dan indikator kemiringan ponton; Uji fungsi dan uji beban sesuai kapasitas untuk operasi grab.

Dokumen apa yang perlu disiapkan untuk riksa uji Dredging Crane?

Manual dan load chart yang memuat kapasitas untuk operasi grab atau duty cycle; Sertifikat tali kawat dan data grab (berat kosong dan volume); Dokumen ponton dan perhitungan stabilitasnya; Catatan penggantian tali kawat dan pemeliharaan; Lisensi K3 operator.

Apa dasar regulasi K3 untuk Dredging Crane?

Crane yang dipakai untuk mengeruk tetap merupakan pesawat angkat, dan operatornya wajib memiliki Lisensi K3 sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas umumnya mengikuti kapasitas angkat crane; penggolongan dan kelasnya dikonfirmasi pada naskah Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan penyelenggara.

Jadwalkan riksa uji sebelum masa berlakunya habis

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Jasa Riksa Uji SILO akan membalas dengan rincian lingkup pekerjaan, jadwal, dan penawaran resmi.