Crane Kapal & Terapung
Riksa Uji Floating Derricks Crane untuk SILO dan SIA
Crane apung angkat berat bertipe derrick, sheerleg, atau A-frame di atas tongkang untuk konstruksi laut, jembatan, dan salvage.

Mengenal Floating Derricks Crane
Floating derrick adalah crane apung yang dibangun untuk angkat berat, dengan lengan bertipe derrick: boom besar yang ditopang A-frame atau tiang dan dikendalikan oleh takal tali berlapis banyak. Bentuk yang paling khas adalah sheerleg, yaitu dua kaki membentuk huruf A yang hanya bisa dinaik-turunkan dan tidak berputar. Untuk mengarahkan beban, seluruh tongkang yang digerakkan dengan tugboat atau winch jangkar. Ada pula derrick barge dengan crane berputar di atas tub, yang lazim pada konstruksi lepas pantai.
Perlu dicatat bahwa dalam sebagian literatur dan peraturan luar negeri, floating derrick dipakai sebagai nama umum untuk semua crane apung, jadi tumpang tindih dengan floating crane. Pembedaan yang dipakai di sini mengikuti pemakaian lapangan: floating crane untuk unit alih muat bersiklus cepat, floating derrick untuk unit angkat berat bersiklus lambat. Pada floating derrick setiap pengangkatan adalah pekerjaan rekayasa: ada rencana angkat, perhitungan rigging, dan urutan ballast, karena memindahkan beban ratusan ton mengubah trim dan list tongkang secara besar.
Penggunaan umum
- Pemasangan girder dan segmen jembatan di atas laut atau sungai besar
- Pemasangan jacket, deck, dan modul anjungan lepas pantai
- Pengangkatan bangkai kapal (salvage)
- Pemuatan komponen sangat berat di galangan dan pelabuhan
- Pemasangan caisson dan blok beton pemecah gelombang
Lingkup riksa uji Floating Derricks Crane
Hasil pemeriksaan dan pengujian inilah yang menjadi dasar penerbitan dokumen kelaikan alat, yang di lapangan sering disebut SILO (Surat Izin Layak Operasi) atau SIA (Surat Izin Alat).
- A-frame, sheerleg, back stay, dan pin engsel: retak, deformasi, dan korosi laut
- Takal utama dan boom hoist: tali kawat, sheave, dan pengikat ujung tali
- Hook block, kait, dan alat bantu angkat berat beserta sertifikatnya
- Winch utama dan winch jangkar: rem, pawl, dan pondasi
- Load cell, indikator sudut, dan pembatas beban: fungsi dan kalibrasi
- Lambung tongkang, tangki ballast, pompa, dan katup
- Uji beban dengan pemantauan trim dan list sesuai buku stabilitas
Dokumen yang perlu disiapkan
- Load chart dan manual operasi, termasuk batas kondisi laut
- Buku stabilitas dan prosedur ballast
- Sertifikat klasifikasi dan dokumen pelayaran tongkang
- Sertifikat tali kawat, hook block, dan alat bantu angkat
- Catatan pengangkatan berat sebelumnya, pemeliharaan, dan lisensi K3 operator
Dasar regulasi
Operator floating derrick wajib memiliki Lisensi K3 operator pesawat angkat sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Karena kapasitasnya umumnya besar, kelas tertinggi sering relevan (Kelas I untuk kapasitas di atas 100 ton), tetapi penggolongan dan kelas untuk crane apung jenis ini dikonfirmasi pada naskah peraturan dan penyelenggara.
Bagian Floating Derricks Crane yang diperiksa
- Tongkang derrick — Lambung lebar yang memberi stabilitas untuk beban berat.
- A-frame atau sheerleg — Rangka lengan utama yang memikul beban.
- Back stay dan mast — Struktur penahan di belakang yang menyeimbangkan tarikan boom.
- Boom hoist (luffing tackle) — Takal tali yang menaik-turunkan lengan.
- Main hoist dan auxiliary hoist — Takal utama berlapis banyak untuk beban berat dan takal bantu untuk beban ringan.
- Hook block ganda — Blok kait berkapasitas besar, sering dipakai berpasangan dengan spreader beam.
- Winch jangkar — Sejumlah winch yang menahan dan menggeser tongkang secara presisi.
- Sistem ballast dan pompa — Memindahkan air untuk mengimbangi trim saat beban diambil dan diletakkan.
- Load cell dan indikator radius — Menampilkan beban kait dan sudut lengan kepada operator dan lift supervisor.
- Fly jib — Perpanjangan lengan untuk menambah tinggi atau jangkauan pada beban lebih ringan.
Bahaya utama pada Floating Derricks Crane
- Perubahan trim dan list yang besar ketika beban diambil atau dilepas
- Kegagalan rigging atau titik angkat pada beban berat
- Beban dinamis akibat gelombang, terutama saat mengangkat dari tongkang lain
- Jangkar larat sehingga tongkang bergeser saat beban tergantung
- Berat atau titik berat beban berbeda dari perkiraan
- Pekerja berada di zona jatuh beban dan lintasan tali
Pertanyaan seputar Floating Derricks Crane
Apa saja yang diperiksa dalam riksa uji Floating Derricks Crane?
A-frame, sheerleg, back stay, dan pin engsel: retak, deformasi, dan korosi laut; Takal utama dan boom hoist: tali kawat, sheave, dan pengikat ujung tali; Hook block, kait, dan alat bantu angkat berat beserta sertifikatnya; Winch utama dan winch jangkar: rem, pawl, dan pondasi; Load cell, indikator sudut, dan pembatas beban: fungsi dan kalibrasi; Lambung tongkang, tangki ballast, pompa, dan katup; Uji beban dengan pemantauan trim dan list sesuai buku stabilitas.
Dokumen apa yang perlu disiapkan untuk riksa uji Floating Derricks Crane?
Load chart dan manual operasi, termasuk batas kondisi laut; Buku stabilitas dan prosedur ballast; Sertifikat klasifikasi dan dokumen pelayaran tongkang; Sertifikat tali kawat, hook block, dan alat bantu angkat; Catatan pengangkatan berat sebelumnya, pemeliharaan, dan lisensi K3 operator.
Apa dasar regulasi K3 untuk Floating Derricks Crane?
Operator floating derrick wajib memiliki Lisensi K3 operator pesawat angkat sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Karena kapasitasnya umumnya besar, kelas tertinggi sering relevan (Kelas I untuk kapasitas di atas 100 ton), tetapi penggolongan dan kelas untuk crane apung jenis ini dikonfirmasi pada naskah peraturan dan penyelenggara.
Riksa Uji SILO/SIA lain di kelompok Crane Kapal & Terapung
Jadwalkan riksa uji sebelum masa berlakunya habis
Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Jasa Riksa Uji SILO akan membalas dengan rincian lingkup pekerjaan, jadwal, dan penawaran resmi.